Prof Mustaji Jadi Keynote Speaker 1st ISETech 2026 Universitas Bengkulu, Bahas Transformasi Pembelajaran di Era Artificial Intelligence
BENGKULU, – News.Tv.alqodi.Nusantara.com senin 2 oktober 2026 Media mengikuti perkembangan jaman terkait dengan Transformasi pendidikan di era Artificial Intelligence (AI) menjadi isu strategis dalam pengembangan pendidikan masa depan. Pemanfaatan kecerdasan buatan tidak hanya menghadirkan peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga menuntut perhatian terhadap aspek kemanusiaan, etika, pemerataan akses, dan ekosistem pendidikan.
Isu tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam The 1st International Seminar on Educational Technology (1st ISETech) 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister (S2) Teknologi Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Bengkulu, pada beberapa hari lalu yakni pada hari Kamis, 29 Oktober 2026, bertempat di Hotel Santika Bengkulu.
Seminar internasional ini mengangkat tema “Sinergi AI dan Humanisme: Menumbuhkan Pembelajaran yang Etis, Adaptif, dan Berkelanjutan di Era Digital.” Tema tersebut menekankan pentingnya membangun sinergi antara kecanggihan teknologi kecerdasan buatan dan nilai-nilai kemanusiaan dalam mewujudkan pembelajaran yang etis, adaptif, dan berkelanjutan di era digital.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar Teknologi Pendidikan dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand sebagai pembicara utama, yaitu Dr. Syaza Hazwani binti Zaini dari Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia; Prof.Dr.Mustaji, M.Pd. dari Universitas Negeri Surabaya, Indonesia; Asosiasi. Prof.Dr.Budi Waluyo, FHEA dari Walailak University, Thailand; serta Prof.Dr.H.Johanes Sapri, M.Pd. dari Universitas Bengkulu, Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Mustaji, M.Pd., Koordinator Program Studi S3 Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sekaligus Ketua Umum Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) , menyampaikan materi berjudul:
“Transformasi Pembelajaran di Era Kecerdasan Buatan: Menuju Ekosistem Belajar yang Etis, Adaptif, dan Berkelanjutan di Era Digital.”
Dalam paparannya, Prof Mustaji menjelaskan bahwa perkembangan AI telah membawa perubahan mendasar terhadap paradigma dan praktik pembelajaran. AI tidak lagi sekedar dipandang sebagai perangkat teknologi untuk memperoleh informasi atau membantu menyelesaikan tugas, tetapi menjadi salah satu kekuatan transformatif yang dapat mendukung personalisasi pembelajaran, pengembangan sumber belajar, memberikan umpan balik, analisis hasil belajar, serta peningkatan kualitas pengalaman belajar peserta didik.
Menurutnya, pembelajaran transformasi harus menempatkan manusia sebagai pusat dari seluruh proses inovasi teknologi. Kecanggihan AI perlu diintegrasikan dengan teori belajar, desain pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta tujuan pendidikan. Dengan demikian, teknologi tidak menggantikan peran pendidik, melainkan memperkuat kapasitas pendidik sebagai perancang, fasilitator, pembimbing, dan evaluator pembelajaran.
Menurut orasi ilmiahnya Prof.Dr Mustaji menggarisbawahi tiga prinsip penting dalam membangun ekosistem pembelajaran di era AI.sekarang diantaranya adalah :
Pertama, pembelajaran yang etis (Pembelajaran Etis). Penggunaan AI dalam pendidikan harus memperhatikan integritas akademik, perlindungan data pribadi, privasi, transparansi, keadilan, dan tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi. Literasi AI perlu dikembangkan agar pendidik dan peserta didik mampu menangkap peluang sekaligus keterbatasan teknologi kecerdasan buatan.
Kedua, pembelajaran yang adaptif (Adaptive Learning). AI memberikan peluang untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih personal sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, kemampuan, dan kecepatan belajar peserta didik. Melalui pemanfaatan AI, proses pembelajaran dapat dirancang lebih fleksibel, interaktif, responsif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi.
Ketiga, pembelajaran yang berkelanjutan (Sustainable Learning). Transformasi pendidikan perlu diarahkan pada pembangunan ekosistem belajar yang mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat. Hal ini memerlukan kompetensi pendidik digital, pengembangan inovasi pembelajaran, penelitian berkelanjutan, kolaborasi kelembagaan, serta kebijakan pendidikan yang berorientasi pada masa depan.
Pembahasan tersebut diungkapkan dengan berbagai subtema yang diangkat dalam 1st ISETech 2026, antara lain Human-Centered AI in Education, Ethical AI and Digital Citizenship, AI-Powered Adaptive Learning, AI, Teachers, and the Future of the Teaching Profession, AI for Inclusive and Equitable Education, AI Literacy and Critical Thinking, AI-Driven Learning Design and Innovation, AI, Creativity and Human Collaboration, Sustainable Education through AI, serta Future Learning Ecosystems and Education 5.0.
Keseluruhan subtema tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Teknologi Pendidikan di era AI membutuhkan pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan teknologi, pedagogi, etika, kreativitas, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Hal yang ditambahkan oleh Prof Dr.Mustaji menegaskan bahwa tantangan terbesar pendidikan di era AI bukan semata-mata bagaimana mengadopsi teknologi terbaru, melainkan bagaimana merancang pengalaman belajar yang bermakna dan mampu meningkatkan kinerja belajar. Oleh karena itu, kehadiran teknolog pendidikan menjadi semakin penting dalam memastikan bahwa setiap inovasi teknologi didasarkan pada landasan keilmuan, prinsip desain pembelajaran, dan kebutuhan nyata peserta didik.
Penyelenggaraan 1st ISETech 2026 menjadi forum akademik internasional yang strategis untuk mempertemukan para ilmuwan, peneliti, praktisi, dan pemerhati pendidikan dari berbagai negara. Forum ini diharapkan dapat memperluas pertukaran gagasan, memperkuat jejaring kolaborasi internasional, serta mendorong lahirnya inovasi dan penelitian di bidang Teknologi Pendidikan.
Partisipasi Prof. Mustaji dalam seminar internasional ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Universitas Negeri Surabaya dan Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia dalam memperkuat pengembangan keilmuan dan profesi Teknologi Pendidikan, khususnya dalam merespons transformasi pendidikan berbasis kecerdasan buatan.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan manusia dalam memanfaatkan teknologi secara cerdas, etis, kreatif, dan bertanggung jawab,imbuhnya
Hal selanjutnya AI bukan untuk menggantikan manusia dalam pembelajaran, melainkan untuk memperkuat potensi manusia dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, inklusif, dan berkualitas.
“Prof.Dr.Mustaji, M.Pd.
Koordinator Program Studi S3 Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya
Ketua Umum Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) (Tim redaksi)
