🇮🇩 NASIONALISME TIDAK BOLEH KALAH OLEH KEPENTINGAN OLIGARKI! 🇮🇩
KAWAN SEPERJUANGAN, KETUA UMUM ORGANISASI RELAWAN PENDUKUNG PRABOWO!
jakarta -News.tv.alqodi.Nusantara.com selasa 27,Oktober 2026 Kita boleh kecewa. Kita boleh merasa terlupakan. Kita boleh bertanya, mengapa mereka yang dahulu berdiri di garis perjuangan, mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan meninggalkan kepentingan pribadi demi kemenangan Presiden Prabowo Subianto, justru masih berada di luar lingkaran pemerintahan?
Sementara itu, tidak sedikit orang yang tidak ikut merasakan pahit getirnya perjuangan, tetapi kini ikut menikmati manisnya kemenangan.
Apakah ini menyakitkan? Tentu! Apakah kita harus menyerah? TIDAK!
Sejarah kemerdekaan mengajarkan kepada kita bahwa tidak semua pejuang merasakan nikmatnya kemerdekaan. Namun, kemuliaan seorang pejuang tidak semata-mata diukur dari jabatan yang diperolehnya, melainkan dari kesetiaannya menjaga cita-cita perjuangan.
Kawan-kawan seperjuangan, jangan biarkan kekecewaan pribadi membunuh idealisme kita!
Hari ini, ada persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar siapa mendapatkan jabatan dan siapa yang masih berada di luar pemerintahan. Persoalan itu adalah kedaulatan bangsa dan nasib ekonomi rakyat Indonesia!
Ketika kepentingan ekonomi dari luar negeri berpotensi membatasi ruang gerak bangsa, ketika ketergantungan ekonomi dapat menjadi alat tawar yang merugikan kepentingan nasional, dan ketika kekayaan bangsa belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi rakyatnya, maka nasionalisme kita harus kembali berdiri tegak.
Kita harus berani bertanya: siapa yang memperoleh keuntungan terbesar dari hubungan ekonomi kita? Apakah kepentingan nasional sudah menjadi prioritas utama? Dan apakah rakyat Indonesia benar-benar menjadi tuan rumah di negerinya sendiri?
Kita tidak boleh menutup mata. Kita tidak boleh kehilangan keberanian. Kita tidak boleh membiarkan kedaulatan ekonomi bangsa hanya menjadi slogan!
Apabila Presiden Prabowo Subianto membuka ruang bagi bangsa Indonesia untuk melihat dan mengevaluasi berbagai persoalan strategis yang selama ini membayangi kemandirian ekonomi nasional, maka momentum itu harus kita maknai sebagai kesempatan untuk memperkuat perjuangan demi kepentingan rakyat.
Bukan untuk membenci bangsa lain. Bukan untuk memusuhi negara tertentu. Melainkan untuk memastikan bahwa Indonesia berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain, tanpa kehilangan kedaulatan atas kepentingan ekonominya sendiri.
Kawan seperjuangan!
KITA DIPERSATUKAN BUKAN SEMATA-MATA OLEH KEPENTINGAN JABATAN, MELAINKAN OLEH PERSAMAAN CITA-CITA DAN NASIONALISME!
Kita mendukung Presiden Prabowo bukan sekadar untuk mengantarkan seseorang menuju kursi kekuasaan. Kita mendukung karena percaya bahwa Indonesia harus menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri secara ekonomi, kuat dalam diplomasi, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Kalau hari ini kita masih berada di luar pemerintahan, jangan berarti kita kehilangan hak untuk berjuang.
Kalau hari ini kita belum mendapatkan tempat, jangan berarti suara kita harus berhenti.
Kalau hari ini kita merasa dilupakan, jangan sampai kita melupakan alasan mengapa dahulu kita memulai perjuangan.
SEBAB PERJUANGAN KITA LEBIH BESAR DARIPADA SEKADAR JABATAN!
Mari kita rapatkan barisan dalam gagasan, satukan langkah dalam pengabdian, dan teguhkan komitmen dalam mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kritiklah jika ada kebijakan yang menyimpang. Dukunglah jika kebijakan berpihak kepada rakyat. Kawal setiap keputusan agar kepentingan nasional tidak dikalahkan oleh kepentingan segelintir orang.
Jangan menjadi relawan yang hanya hadir ketika kemenangan dirayakan. Jadilah bagian dari kekuatan rakyat yang tetap berdiri ketika bangsa menghadapi tantangan.
Karena pada akhirnya, sejarah tidak hanya mencatat siapa yang duduk di kursi kekuasaan, tetapi juga siapa yang tetap setia memperjuangkan cita-cita bangsa.
INDONESIA HARUS BERDAULAT!
EKONOMI NASIONAL HARUS BERPIHAK KEPADA RAKYAT!
NASIONALISME HARUS MENJADI KEKUATAN, BUKAN SEKADAR SEMBOYAN!
🇮🇩 BERSATU DALAM KOMUNIKASI, BERSINERGI UNTUK NEGERI! 🇮🇩
Indria Febriansyah, S.E., M.H.
