Aparat Polsek kodi Bangedo dan Polsek kodi bersama warga evakuasi jasad korban diterkam buaya Disungai Bondo Kodi
Kepercayaan pandita adat Ratu marapu Dollo pati bertahliyo memanggil Arwah leluhur yang bersahabat dengan Buaya di babat jaman Mojopahit
Sumba Barat daya (Kodi) News.Tvalqodi.nusantara.com sabtu 24 oktober 2026 walaupun kepercayaan suku kodi dibabat leluhur dahulu mempercayainya tentang siluman buaya dalam reingkarmasi dengan manusia sehingga sampai saat ini masih diyakini sebagai persabahatan buaya dan manusia,kisah ini erat hubungan dengan lengendaris dibabat mojopahit seorang pengeran yang mampu menaklukkan buaya yakni pengeran benowo ayhanda jakatingkir,hingga diabat ke 17 ada seorang putri raja yang bernama Billa Tamaro seorang putri raja yang cantik mengadakan seyembara untuk menikahkan putri sehingga pesta 7 hari 7 malam namun tidak ada seseorang iya senanginya,dikahir hari ke 7 datang seorang siluman yang menyelma seorang laki-laki ganteng namun dia adalah siluman buaya ,dengan mendadak inna Billa tamoro jatuh cintah padanya akhirnya dalam perjanjian akad nya sesuai budaya kodi maka mahar naya adalah Ribua kuda dan ribuan kerbau boleh nikah putri raja tersebut,dari persetujuan nya ahkir dipenuhi oleh siluman buaya yang menjelma manusia akhirnya dinikahkan secara adat ,dan tiba-tiba innya billa tamoro diajak di pinggir muarah dan seketika menghilang sampai saat ini masih dtidak diketahui kemana arah kubur dan tempat billa tamoro bersama suami nya menghilang,dalam acara ilmu nujub ratu pandita adat akan tetap menghormati nya hingga pemberian hal-hal diluar ghaib dengan menggunakan alat-alat bantu untuk bertemu dialam ghaib harus dengan sesajen adat kodi dipinggir muara ratenggaro(Rati Woya)
Dari kisah Saat ini insan dan buaya sudah tidak tersingkron dengan cerita lengendaris buaya dan sang putri raja,namun oleh tokoh adat dan pandita adat masih diyakini adanya keberadaan alam ghaib siluman buaya yang selalu dibacakan dalam acara tahliyo oleh pandita adat seoerti tadi malam ratu Adat Dollo pati bersyair adat kuno dipinggir sungai bondo kodi dengan mengirimkan doa tahliyo memanggil arwah Innya Billa tamoro agar segerah melepas jasad korban
mengingat muqodimah prihal diatas pihak Kepolisian Resort (Polres) Sumba Barat Daya , melalui personel Polsek Bondo kodi bersama warga bergerak cepat dalam melakukan evakuasi seorang warga yang diterkam buaya di Sungai Bondo Kodi yang menghubungkan antara muara pero hingga ke sungai Bondo kodu , Desa Ana Lewe , Kecamatan kodi Bangedo,
“Saat korban dievakuasi, sudah dalam keadaan meninggal dunia. Saat ini jenazah masih di bawah ke puskesmas Bondo kodi demi kepentingan medis setelah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,”
Hal selanjut nya keluarga suami dari korban bersama Bapak Ratu marapu Ndollo pati dan bersama PJ Ana Lewe,membecirakan status mayit segi adat karena kait hak status korban apakah akan di serahkan ke keluarga suami atau kah akan diserah ke keluarga istri korban,Namun kapolsek Menghimbau agar dibicarakan secara kekeluargaan menyatauhkan satu presipsi untuk dimakam korban imbuh IPTU Ahmad sidiq
Ia mengatakan, evakuasi dilakukan setelah beberapa jam melakukan pencarian. Korban yang diidentifikasi sebagai seorang ibu muda yang baru menikah dengan seorang pemuda inisial Y dari kalembu baroh desa waikaninyo ditemukan pada sekitar pukul 3:00Wita Korban ditemukan oleh warga di sungai dalam kondisi masih terikat ikat dengan badan buaya,diduga korban kehabisan oksigen dan pernafasan dan pukulan dari ekor buaya tersebut,namun hasil identik bagian lambung kiri korban tergores
Warga dan personel Polsek bondo kodi dan kodi bangedo bersama warga langsung turun ke sungai yang dimulai pencaria dari pukul 19 hingga pukul 3 pagi untuk mengevakuasi korban sekaligus mengekskusi buaya
Menurut keterangan keluarga, kejadian bermula pada Pukul 19.00 WIT ketika korban menyampaikan kepada suami korban bahwa akan ke luar rumah dengan tujuan ke Sungai bondo kodi untuk memcuci bersama istri nga (korban)
Namun sampai dengan Pukul 19 .20 WITA korban bersama suami untuk mencuci sekaligus mandi,tak disangka buaya dsri dalam sungai menerkam korban,menurut informasi dari keterangan-keterangan warga bahwa sempat ada dari sisi ghoib menyerupai seorang laki-laki,namun beberapa detik bukan seorang laki-laki tapi se ekor buaya yang menerkam.istrinya ,suaminya inisial Y masih sempat memperebutkan istrinya namun karena sendiri tak sanggup maka memanggil beberapa warga diantara bapak tommi yang memang rumah dekat sungai memanggar warga Rabbi untuk sama-sama mencari buaya tersebut hingga kedua koplsek baik polsek kodi dan polsek kodi bangedo,yang walaupun wilayah kodi bangedo namun karena berada diperbatasan langsung dengan polsek kodi,maka kedua sektor kepolisian bersama-sama dengan warga ujar IPTU Ahmad sidiq
pagi hari ini, korban belum juga kembali ke rumah, merasa khawatir, istri korban memberitahukan pihak keluarga selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut kepada pemerintah Desa Lena.
Sekira Pukul 10.00 Wit staf pemerintah Desa Lena melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Waesama, mendapat laporan dari masyarakat Kapolsek Waesama bersama personel Polsek Waesama dibantu warga Desa Lena, menuju TKP untuk melakukan pencarian korban di sekitar sungai Poli.
Akibat insiden ini, korban mengalami luka gigitan pada beberapa bagian lambung kiri tubuh korban , termasuk luka cakar pada bagian belakang kiri,serta buaya tersebut ditangkap dijaring serta dieskusi oleh warga dengan menyebleh dibagi-bagi tubuh buaya oleh warga dari Rabbi
Kapolsek kodi IPTU Ahmad Sidiq menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berada di sekitar sungai yang berpotensi menjadi habitat buaya.
Polsek kodi Bangedo dan polsek Kodi ,akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya yang mungkin terjadi di sekitar perairan(tim redkasi).
