Kesadaran Orang Tua Terhadap Urgensi Ilmu ketarbiyahan anak Di Lembaga Pendidikan Bernuasa Islam Oleh Dr.Muhammad Najib Safi’i .M.Pdi ,ini penjelasannya

Bangle,pasuruan jatim-News.tv.Alqodi.Nusantara.com 12/9/2026 Pernyataan dari Dr .KH. Muhammad Najib Safii, M.H.I. yang menekankan bahwa pendidikan agama harus lebih diutamakan bagi anak-anak mencerminkan pandangan tradisional sekaligus esensial dalam pola asuh islami. Dalam sudut pandang ini, pendidikan agama bukan sekadar salah satu mata pelajaran, melainkan fondasi utama kehidupan,ujar diawak media jejak degital dan diawak media ini

Pengasuh Pondok Pesantren Nurush Shobah moderen ini merupakan lembaga pendidikan Islam yang berlokasi di Banggle Gununggangsir Beji Pasuruan., Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.

Pesantren ini hadir sebagai pusat keilmuan Islam yang memadukan kajian kitab kuning dengan kurikulum pendidikan nasional, membentuk generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya guna bagi masyarakat.

Di bawah bimbingan para kyai dan ustadz berpengalaman, Pondok Pesantren Nurush Shobah berkomitmen mencetak generasi Islam yang unggul — kuat secara spiritual, kompeten secara akademis, dan berakhlak mulia.

Kesan dalam kajian media ini kadang kala Anak-anak yang tidak tersentuh pendidikan agama cenderung memiliki tutur kata yang kasar, mengabaikan shalat lima waktu, serta sering menyusahkan dan mengecewakan orang tuanya. Ketika ditelusuri secara mendalam, akar masalahnya adalah anak-anak tersebut tidak mempelajari ilmu agama. Kenyataan pahit ini memicu lahirnya kesadaran kolektif di kalangan orang tua untuk membentengi anak-anak mereka dengan pendidikan agama yang kuat.

Sebagai dampak dari meningkatnya kesadaran beragama, tren memasukkan anak ke pondok pesantren kini menjadi hal yang sangat lumrah.

Kondisi ini jauh berbeda dengan realitas pada masa beberapa dekade ratuasan tahun lalu.berdasarkan penelitian penulis diabad ke 16,17,18,19 pendidikan agama di era penjajahan sangat krisis diberbagai bidang karena tekanan bangasa penjajah diwaktu sehingga itu banyak murtad dari ketidak tahuan tentang agama,sehingga muncul para penggagasan pendidikkan agama seperti KH Hasym Asy’ari dari tebu ireng,Serta mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) adalah KH. M. Hasyim Asy’ari yang menjabat sebagai Rais Akbar pertama, didampingi oleh para ulama besar seperti KH. Abdul Wahab Chasbullah dan Syekh Kholil Bangkalan.

Dan Lombok seorang yang Mendiri organisasi Islam Nahdlatul Wathan (NW) adalah T.G.K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Majid atau dikenal sebagai Tuan Guru Pancor.Kh Ahmad dahlan pendiri Muhammadiyah dengan prinsip dasar nya berpusat pada integrasi antara ilmu dan amal nyata, yang terkenal melalui semangat “sedikit bicara, banyak bekerja

Ki Hajar Dewantara dan Budi utamo bersih keras mendirikan lembaga pendidikan formal dan non formal dibawah tekanan .

Saat ini dengan hiruk Fikuk masyarakat diera perkembangan jaman seharus tekan pendidikan agama khsus bagi muslim agar bisa mendapatkan pelajaran yang mendalam tentang agama

Pendiri ponpes Nurush Shobah bangil pasuruan jawa timur Gus Najib sapaan menitipkan kepada masyarakat jika ada anak-anaknya titipkam keponpes kami ujar nya yang dimulai dari umur Mts (SMP),MA(SMA) bahkan beliau sebagai Staf pengajar di Kampus UNUBA-Pasuruan siap mendukung pendidikan anak baik segi ketarbiyaan agama maupun diberbagai disiplin ujar

Hal yang ditambahkan bahwa Diponpes Nurush shobah bagi memeliki kelibihan Reski silakan hubungan pihak pemgasuh ponpes karena punya trevel Haji umroh maupun Haji imbuhnya (Pembina Redaksi :Gus Najib safi’i)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *