Widhi Lamong Rilis “Kongkalikong” di Momentum Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan
Lamongan -News.tv.alqodi.nusantara.com Walaupun beberapa hari lalu kita Memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, musisi dan aktivis asal Surabaya, Widhi Lamong, secara resmi merilis single terbaru berjudul “Kongkalikong”. Lagu ini dirilis sebagai bentuk refleksi dan keprihatinan terhadap kondisi bangsa saat ini.
Single “Kongkalikong” dirilis di semua platform digital musik dan video klip resminya sudah dapat disaksikan di channel YouTube Widhi Lamong. Menariknya, penggarapan video klip kali ini Widhi Lamong memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat visualisasi pesan kritik yang ingin disampaikan.
Potret Buram KKN yang Makin Menggurita
Tidak sekadar lagu, “Kongkalikong” adalah sebuah pernyataan sikap. Lagu bergenre rock kritik sosial ini membongkar secara lugas mirisnya praktek KKN – Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme – yang dinilai semakin merajalela dan menjadi budaya di berbagai lini kehidupan berbangsa.
Widhi Lamong menggambarkan adanya perselingkuhan kekuasaan yang sistematis, yakni kongkalikong antara penguasa, pengusaha, dan aktor politik. Mereka bersekongkol demi kepentingan kelompok dan golongannya sendiri, sementara kepentingan rakyat banyak dikorbankan.
“Kongkalikong menggurita di mana-mana, korupsi berjamaah, kekayaan negara dicuri dan dihabisi. Akibatnya kepentingan dan kesejahteraan rakyat banyak diabaikan dan rakyat susah. Cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang termaktub dalam Pancasila makin jauh. Kongkalikong ini yang merusak NKRI,” tegas Widhi Lamong.
Lirik-lirik dalam lagu ini ditulis dengan bahasa yang tajam, jujur, dan apa adanya, khas gaya Widhi Lamong yang selama ini dikenal konsisten menyuarakan suara rakyat kecil melalui karya-karya musik militannya.
Momentum Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan Sebagai Pengingat
Menurut Widhi, Sumpah Pemuda 1928 adalah momentum sakral tentang persatuan, keberanian, dan cita-cita keadilan. Namun 98 tahun berselang, cita-cita tersebut terancam luntur oleh praktek kongkalikong elit. sekaligus peringatan Hari Pahlawan untuk mengenang & membangkitkan semangat juang
“Pemuda dulu bersumpah untuk satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Pemuda hari ini harus bersumpah untuk melawan kongkalikong yang merampok masa depan bangsa. Lagu ini adalah cara saya memperingati Sumpah Pemuda, dengan tetap kritis,” ujarnya.
Widhi berharap lagu ini bisa menjadi pemantik kesadaran, terutama bagi generasi muda, untuk tidak apatis dan berani bersuara melawan ketidakadilan. Ia ingin api semangat Sumpah Pemuda kembali menyala di dada anak muda Indonesia.
Tersedia di Semua Platform
Saat ini single “Kongkalikong” sudah bisa dinikmati di Spotify, Apple Music, YouTube Music, TikTok Music, Langit Musik, dan seluruh digital streaming platform. Video klip versi AI juga sudah tayang di YouTube Widhi Lamong.
Untuk keperluan wawancara, kolaborasi, maupun booking penampilan Widhi Lamong di berbagai event musik, diskusi kebangsaan, dan aksi sosial, dapat menghubungi
Tentang Widhi Lamong
Widhi Lamong adalah musisi, pencipta lagu, dan aktivis sosial yang berbasis di Surabaya. Karya-karyanya dikenal kental dengan tema kritik sosial, kerakyatan, dan pembelaan terhadap wong cilik. Konsistensinya di jalur musik pergerakan menjadikannya salah satu musisi militan yang diperhitungkan di Jawa Timur(tim redaksi)
