Konflik Dua Kampung di Desa Rada Malando Pecah, Satu Orang Dilaporkan Meninggal
Sumba barat Daya(kodi balaghar) -News.tv.alqodi.Nusantara.com.Media ini telah mendapatkan informasi dan laporan dari warga hingga media ini telah mewawancarai benerapa warga membenarkan bahwa adanya kejadian tersebut ,menurut informasi yang didapatkan dari warga setempat,sehingga mapolsek kodi bangedo meminta bantuan dua polsek yakni polsek Kodi yang dibawah pimpinan IPTU Ahmad Sidiq dan polsek kodi utara dibawah pimpinan AKP Bernardus BIli Kandi.SH
sedangkan polsek kodi bangedo sendiri dibawah pimpinan ITPU Syarif Mukmin langsung ketempat kejadian perkara serta melakukan tindakkan sesuai aturan yang berlaku
Awal dari penyerangan terjadi di salah satu kebun warga Desa Rada Malando, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Kejadian tersebut mengakibatkan pria bernama Hermanus Helu Ngara (50) tewas di lokasi setelah dibacok.
“Tindak pidana penyerangan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia akibat terkena sabetan parang,” ujar warga setempat yang egan dimediakan , Kamis (5/11/2026).
Selain itu Pria yang akrab disapa Jack memberikan informasi diawak media juga menjelaskan bahwa kasus ini bermula saat seorang pria berinisial RRM alias Ropinus sedang menambal ban motornya di salah satu bengkel Desa Rada Malando. Tak berselang lama, pria inisial DND mendatangi lokasi.
RRM dan DND kemudian terlibat pertengkaran lantaran sebelumnya terjadi persoalan terkait batu kuburan. DND yang naik pitam lantas mencabut sebilah parang yang dibawanya lalu membacok Ropinus di bagian punggung kanannya sebanyak satu kali.
Setelah dibacok, Ropinus langsung kabur menyelamatkan diri ke rumahnya di Kampung Waijungo. Di sana, ia langsung melaporkan kejadian yang dialaminya kepada keluarga dan warga setempat.
Kejadian yang dialami Ropinus membuat keluarga merasa tidak puas sehingga melakukan aksi provokasi dengan memaki-maki dan meneriaki DND yang lokasi kampungnya berjarak sekitar 300 meter.
Mendengar teriakan tersebut, DND bersama keluarga dan sejumlah massa dari Kampung Weemboro, termasuk Hermanus, langsung mendatangi Ropinus di Kampung Waijungo.
Aksi saling serang menggunakan parang dan tombak pun tak terhindarkan. Namun, karena kalah jumlah, massa dari Kampung Weemboro akhirnya mundur dan melarikan diri.
Nahas, Hermanus yang terlambat melarikan diri, menjadi sasaran massa dari Kampung Waijungo. Ia dibacok di bagian leher, kedua tangan, kepala bagian kanan, dada kiri, dan kedua punggungnya. Kondisi luka-luka itu bervariasi, mulai dari 2 sentimeter hingga 24 sentimeter.
Pelaku pembacokan itu adalah AL alias Asterius (27), JM alias Jaha (50), LL alias Lodowik (52), ONW alias Ok (21), dan JL alias J (20). Semuanya berasal dari Kampung Waijungo. “Kejadian tersebut mengakibatkan korban meninggal di tempat kejadian,” ujar saksi kejadian perkara
Menurut beberapa warga ketika dikomfirmasi oleh media ini yang egan dimediakan , setelah kami mendapatkan informasi tersebut, sejumlah personel Polres SBD dan Polsek Kodi Bangedo,kodi,kodi utara langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan bersama tim medis Puskesmas Panenggo Ede memeriksa kondisi korban Hermanus.
Setelah mengantongi nama para pelaku, Kapolsek Kodi Bangedo Iptu Syarif Mukmin bersama sejumlah personel langsung melakukan pengejaran dan pencarian hingga akhirnya menangkap Asterius, Oktavianus, dan Juselforus saat bersembunyi di rumah warga pada Rabu malam.
Sedangkan, Lodowik dan Jaha masih dalam pengejaran. Selanjutnya, polisi membawa Asterius, Oktavianus dan Juselforus ke Mapolres SBD untuk pemeriksaan dan proses selanjutnya.
Selain itu warga setmapt menjelaskan sesuai data yang ada pada kami ujarnya , polisi turut menyita sebuah kaus warna kuning dan kain yang dikenakan korban, serta tiga parang dan satu tombak dari tangan inisial A , inisal Ok dan inisial J
“Saat ini kami masih memeriksa tiga orang yang sudah ditangkap. Kemudian mengejar dua pelaku yang masih buron dan rencananya menaikan status kasus menjadi penyidikan,” ujarKepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres SBD, Iptu Yakobus Kokleo Sanam, kepada awak media Kamis (5/11/2026).
(Tim redaksi)
