Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mencopot Kimberly Guilfoyle dari jabatan Duta Besar AS untuk Yunani.

WASHINGTON DC, News.tvalqodi.Nusantara.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Kimberly Guilfoyle mundur dari jabatannya sebagai Duta Besar AS untuk Yunani setelah muncul sejumlah dugaan pelanggaran etik dan korupsi.

Guilfoyle menjadi sorotan setelah dilaporkan meminta seorang donor politik Trump membayar tagihan kartu kreditnya dengan imbalan akses ke pejabat pemerintahan AS.

Mantan pembawa acara Fox News itu juga menghadapi tuduhan perilaku tidak pantas selama menjalankan tugas diplomatik di Athena, yunani

Dilansir dari media internasional El pais amerika colombia,kamis (14/10/2026), keputusan pemerintahan Trump tersebut dikonfirmasi Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia dalam konferensi pers pada Selasa (13/10/2026).

Kami telah meminta Duta Besar Guilfoyle untuk mengundurkan diri,” ujar Zacharia. “Ia telah memberikan kontribusi yang sangat baik bagi tim, dan kami mendoakan yang terbaik untuknya,”lanjutnya

Zacharia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan permintaan pengunduran diri tersebut. Sementara itu, Guilfoyle membantah seluruh tuduhan yang ditujukan kepadanya dan menyatakan akan mempertahankan reputasinya.

Sebelum Gedung Putih mengumumkan keputusan tersebut, Trump telah menyampaikan ketidaksenangannya terhadap laporan mengenai perilaku Guilfoyle.

Pada Selasa, Trump mengatakan bahwa Guilfoyle sebenarnya menjalankan tugasnya dengan baik sebagai Duta Besar AS untuk Yunani. Namun, ia menegaskan bahwa Guilfoyle tidak akan lagi bertugas di negara tersebut

Saya tidak menyukai apa yang saya baca,” kata Trump kepada awak media

Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak berbicara langsung dengan Guilfoyle sebelum pemerintahannya meminta perempuan itu mengundurkan diri. “Dia pergi ke Yunani, dia bekerja dengan baik, tetapi kami tidak

menyukai apa yang kami baca,” ujarnya. Guilfoyle merupakan sekutu politik Trump yang telah lama mendukungnya.

Perempuan berusia 57 tahun itu kali pertama dicalonkan sebagai Duta Besar AS untuk Yunani pada Desember 2024, sekitar satu bulan sebelum Trump kembali menjabat sebagai presiden. Guilfoyle juga pernah menjalin hubungan dengan putra sulung Trump, Donald Trump Jr. Keduanya bertunangan pada 2018, tetapi hubungan mereka berakhir pada akhir 2024.

Guilfoyle sebelumnya juga pernah menikah dengan Gubernur California Gavin Newsom.

Ketika ditanya mengenai hubungan pribadinya dengan Guilfoyle, Trump mengatakan bahwa mantan tunangan putranya tersebut bukan bagian dari keluarganya.

Diduga minta donor Trump membayar tagihan kartu kredit Dugaan pelanggaran yang melibatkan Guilfoyle mencuat setelah The Wall Street Journal menerbitkan laporan mengenai komunikasi pribadinya dengan Eric Deters, seorang pendukung lama Trump.

Sejumlah pesan yang dilihat BBC dan kali pertama diberitakan The Wall Street Journal diduga menunjukkan Guilfoyle meminta Deters memberikan uang untuk membayar tagihan kartu kreditnya. Permintaan tersebut diduga berkaitan dengan tawaran akses kepada pejabat pemerintahan Trump. Dalam salah satu pesan melalui aplikasi Signal, Guilfoyle diduga memberikan instruksi mengenai pembayaran melalui American Express.

Transaksi itu tidak akan muncul di mana pun jika kamu mentransfer uang ke American Express,” demikian bunyi salah satu pesan yang dilaporkan. Pesan lainnya dikirim beberapa hari sebelum sidang konfirmasi Guilfoyle di Senat AS pada Juli 2025. “Sayang, tolong, aku membutuhkanmu menyelesaikan ini untukku hari ini,” demikian isi pesan tersebut.

Namun, pengacara Guilfoyle membantah keaslian pesan-pesan itu.

Pihak Guilfoyle menyatakan bahwa uang yang diminta sebenarnya merupakan pembayaran atas pekerjaan yang telah dilakukannya untuk Deters sebelum menjabat sebagai duta besar. Pekerjaan tersebut mencakup pemberian pidato dan layanan konsultasi. Deters membantah penjelasan itu.

Ia mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki utang kepada Guilfoyle

Deters juga menyatakan bahwa pada akhirnya ia tidak memberikan uang yang diminta. Setelah mengetahui Guilfoyle diminta meninggalkan jabatannya, Deters menyambut keputusan tersebut.

Ini adalah hari yang baik bagi diplomasi Amerika,” ujarnya kepada BBC. Deters juga mengatakan bahwa dirinya berencana mengambil langkah hukum terhadap Guilfoyle.

Menurut The Wall Street Journal, rekaman audio yang diperoleh surat kabar tersebut diduga memperlihatkan Guilfoyle membanggakan hubungannya dengan sejumlah pengusaha besar Yunani. Dalam rekaman itu, ia dilaporkan menyebut para pengusaha tersebut membiayai perjalanan mewah dan penerbangan menggunakan jet pribadi. The Wall Street Journal juga melaporkan tuduhan bahwa Guilfoyle pernah mengatakan kepada seorang pejabat di Athena bahwa AS dapat menjatuhkan pemerintahan Yunani.

Tuduhan-tuduhan tersebut belum terbukti melalui proses hukum. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang sempat terlihat bersama Guilfoyle ketika mengunjungi Athena pekan lalu, juga dilaporkan tidak senang dengan munculnya berbagai tuduhan tersebut. Kontroversi itu menyebabkan posisi Guilfoyle semakin mendapat perhatian dalam beberapa hari sebelum pengumuman Gedung Putih.

Guilfoyle bantah tuduhan dan berjanji membela diri Setelah diminta mundur, Guilfoyle menyampaikan tanggapannya melalui unggahan panjang di media sosial X pada Selasa.

Pengumuman disampaikan dalam konferensi pers singkat Gedung Putih Keputusan mengenai Guilfoyle diumumkan dalam konferensi pers pertama Katie Zacharia sebagai Sekretaris Pers Gedung putih

Konferensi pers tersebut berlangsung sekitar 14 menit, lebih singkat dibandingkan jumpa pers media Gedung Putih pada umumnya. Selama delapan menit pertama, Zacharia membacakan sejumlah pencapaian kebijakan yang diklaim pemerintahan Trump.

Ia kemudian menjawab beberapa pertanyaan wartawan mengenai Guilfoyle, Ukraina, keluarganya, dan kebijakan pemerintah terhadap media nontradisional. Zacharia merupakan komentator konservatif yang telah lama mendukung Trump.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan bahwa tugasnya adalah membantu memperluas penyampaian agenda pemerintahan Trump kepada publik.

Trump kemudian memuji penampilan Zacharia dalam konferensi pers pertamanya. Menurut Presiden AS itu, Zacharia telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik.(tim redaksi/editor)