Kapolri: Sinergi Ulama dan Umara Jadi Kekuatan dalam Membangun Negeri ini

Rembang – News.tv.alqodi.Nusantara.com 1 okt.2026 jika ulama dan umaro sebagai pedoman umat manusia maka kita bisa lihat dalil ini Q.S. An-Nisa Ayat 59
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا
Artinya:
” orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).

Dalam pandangan Islam, ulama (pemimpin agama/para pewaris nabi) dan umaro (pemimpin pemerintah/pemegang kekuasaan) adalah dua pilar penting demi menjaga ketertiban agama dan dunia.

Menurut mayoritas ulama (termasuk penjelasan dari Buya Yahya dan ulama Ahlus Sunnah), orang yang meragukan atau tidak percaya akan datangnya Imam Mahdi tidak dihukum kafir, melainkan dianggap menyalahi riwayat hadits shahih/mutawatir tentang tanda akhir zaman.

Secara konteks kita tidak tahu akhir jaman karena dimasa akan datang kita tidak tahu apakah sudah ada imam Mahdi sebagai ulama dan sebagai umaro atau diantara satu beliau memang kendali dan jika kita tidak percaya ulama dan umaro,berarti beberapa hadits nabi kita akan dikategori mendustainya,sedangkan diberbagai sumber sudah diceritakan tentang imam mahdi dan sang ratu adil bahkan di agama samawi telah mendengar kisah kedatangan nabi isa as dan Imam Al Mahdi ,baru bagaimana seorang hanya mengakui kitab suci padahal kitab bercerita,ya dimohon kembali kerahmatalilalamin dan jalan yang lurus agar mempercayai para nabi dan para rasullah baru bagaimana para pewarisnya ,jika kaca mata kiri telah kaca mata riben maka lihat kacamata kanan yang mungkin jernih dan bisa melihat huruf .

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam membangun bangsa ini, Kebersamaan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan Indonesia sejak masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Hal itu disampaikan Kapolri saat menghadiri Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah. Menurut Kapolri, sejarah telah menunjukkan bahwa ulama dan umara senantiasa berjalan bersama dalam perjuangan bangsa.

“Umara dan ulama memiliki sejarah perjuangan bersama dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Saat ini, kita juga memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun bangsa,” ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan, peran ulama tetap penting dalam perjalanan bangsa. Ulama menjadi lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Polri memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Situasi keamanan yang terjaga diperlukan agar berbagai agenda pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Kapolri pun mengajak ulama dan umara untuk terus bergandengan tangan menjaga persatuan dan merawat NKRI. Sinergi yang telah terjalin sejak masa perjuangan tersebut diharapkan terus menjadi kekuatan dalam membangun bangsa dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

“Mari umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” ujar Kapolri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *