Tiga Tingkatan Hati Manusia itu Hati yang sehat,hati yang mati dan hati yang sakit

Kotbah jumatan jumat 18 /9/2026/ Dengan judul

Tiga Tingkatan Hati Manusia itu Hati yang sehat,hati yang mati dan hati yang sakit

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَهْدِيهِ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَرْشِدُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللّٰهِ وَرَسُولُهُ، أَرْسَلَهُ اللّٰهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ هَادِيًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا، وَدَاعِيًا إِلَى اللّٰهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا، فَهَدَى اللّٰهُ بِهِ الْأُمَّةَ، وَكَشَفَ بِهِ الْغُمَّةَ، فَجَزَاهُ اللّٰهُ خَيْرَ مَا جَزَى نَبِيًّا عَنْ أُمَّتِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ اللّٰهِ، فَأُوصِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰهِ الْعَظِيمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: ﴿أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ﴾ [الحج: ٤٦]

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ia adalah satu-satunya Tuhan yang wajib dan berhak disembah, Pencipta segala sesuatu, yang menakdirkan terjadinya segala sesuatu, Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak membutuhkan apa pun, berbeda dengan segala sesuatu, tidak membutuhkan tempat dan arah, serta Maha Suci dari bentuk dan ukuran.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Di dalam diri manusia terdapat segumpal daging yang jika ia baik, maka baiklah seluruh jasadnya baik pula . Dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasadnya. Segumpal daging itu adalah hati.Seorang ulama besar, Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah dalam kitab-kitabnya menjelaskan bahwa hati manusia tidaklah sama. Beliau membagi tingkatan dan jenis hati itu dan hati adalah raja dalam diri manusia. Baik dan buruknya jasad sangat bergantung pada kondisi hati. Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam kitab beliau menjelaskan bahwa keadaan hati manusia terbagi menjadi tiga jenis: hati yang sehat, hati yang mati, dan hati yang sakit.

  1. Hati yang Sehat (Qalbun Salîm)Hati yang sehat adalah hati yang hidup, bersih, dan selamat. Ciri utama hati yang sehat menurut Ibnul Qayyim adalah:Bebas dari kesyirikan dan keraguan terhadap ajaran Allah SWT.Sangat mencintai Allah, tunduk kepada-Nya, serta ikhlas dalam beribadah.Cinta kebenaran, apabila ia dihadapkan pada pilihan antara hawa nafsu dan keridaan Allah, ia akan mendahulukan keridaan Allah
    Menurut nabi Muhammad saw bahwa Hati yang bersih adalah
    قَلْبٌ سَلِيمٌ مِنَ الشِّرْكِ وَالشَّكِّ وَالْأَمْرَاضِ الرُّوحِيَّةِ وَالْمُنْقَادُ تَمَامًا لِلّٰهِ

Artinya Hati yang bersih/selamat dari kesyirikan, keraguan, penyakit-penyakit rohani, dan tunduk sepenuhnya kepada Allah.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Tiap hari pasti kita temui berbagaimana persoalan dunia dan tantangan Qolbi kita jika kita sadari bahwa semuanya adalah masalah dunia

Jika sehat hati maka selalu senyum diatas duka hatinya,jika sehat hatinya dia melihat sesuatu yang dia tidak senangi nya maka sanubari hati beristigfar karena memang sudah Qodrat Allah apakah mampu mengatasi ataukah kita akan pergi menjauh dari lihatnya,dan jika amaroh meledak tan disangka maka yang korban kendur urat syaraf tersambung ke nafsu sementara,jika tak dikendali oleh pemilik hati itulah sakit hati dan bahkan jika meledak seperti Bom atom yang memercikan neutron bebas, energi panas yang luar biasa, serta radiasi sinar gamma saat reaksi fisi nuklir terjadi.Neutron bebas: Partikel subatomik yang menumbuk inti atom lain untuk memicu reaksi berantai apa yang terjadi dosa berjamah

Begitu juga Radiasi pengion, Termasuk sinar gamma dan sinar X yang mematikan bagi makhluk hidup yang akhir semuanya jadi korban ,bumi jadi korban,langit jadi asap yang ada adalah kesedihan bagi insan yang tidak kembali pada Rabbinya

Bahkan Partikel radioaktif:;Debu dan sisa material fisil (seperti uranium atau plutonium) yang mencemari lingkungan,mencemari hati sanubari bagj para pelaku,doa anak adam as tertumpuk menjadi bukit.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mari lihat contoh leluhur kita semua bangsa yang ada dimuka bumi ini yakni nabi Adam as menangis dihadapan Allah menurut Ibnu Abbas RA) menyatakan bahwa Nabi Adam AS terus berdoa, menangis, dan memohon ampunan selama 300 tahun hingga akhirnya tobat beliau diterima,dan oleh Imam Al Qatodah mengatakan pada hari Asyura (10 Muharram),diterima taubatnya oleh Allah swt,begitu juga yang ditulis oleh Imam Ahmad Nawawi mengatakan nabi Adam as tidak berani mengangkat kepalanya selama 40 tahun dan tunduk malu dihadapan Allah serta menangis karena merasa menyesal apa yang perintahkan oleh Allah swt dilanggarnya,sebagai dalam firman Alquran doa taubat nya nabi Adam as
Surat Al-A’raf ayat 23.Lafaz Doa Taubat Nabi Adam AS

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Artinya”Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita ambil pelajaran agar hati kita selalu sehat agar jangan sampai dikemudian hari kita jadi orang yang menyesal ,begitu kita hikmah ketika nabi ibrohim as tergoncang hatinya dari perkara beliau mempertahankan Tauhid dihadapan kaumnya namun beliau diperintahkan untuk berserah diri sebagaimana dalam surat Al-Baqarah · Ayat 131
اِذْ قَالَ لَهٗ رَبُّهٗٓ اَسْلِمْۙ قَالَ اَسْلَمْتُ لِرَبِّ
الْعٰلَمِيْنَ ۝١٣١
Aartinya dalam baahaasa indonesianya
(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), “Berserahdirilah!” Dia menjawab, “Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.”

Dari ayat ini kalau kita sehat hati maka niscayah kita kembali kepada Allah dengan sehat pula jangan kota nodai dengan perkara yang syirik,kita ambil makluk sebagai tandingannya itu salah besar,kalau kita jadi tabib atau ahli botani jangan andalkan obat-obatan yang bisa sembuhkan tapi sebagai iktiar kita sebagai makluk saja,kalau kita seorang pemilik gelar S1,S2 ,S3 jangan kita jadikan titel itu menjadi kita banggakan diri dihadapan Allah swt,memang butuh tapi hanya sebatas hiburan dunia saja.Nabi muhammad saw memberikan nasiat bagi kita melalui Haditsnya diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ؟ قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ» قُلْتُ: إِنَّ ذَلِكَ لَعَظِيمٌ، قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «وَأَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ؛ تَخَافُ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ» قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ»

Artinya:“Aku bertanya kepada Nabi ﷺ: ‘Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?’ Beliau menjawab: ‘Engkau menjadikan tandingan (sekutu) bagi Allah, padahal Dia yang telah menciptakanmu.’ Aku berkata: ‘Sesungguhnya itu sangat besar.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab: ‘Engkau membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab: ‘Engkau berzina dengan istri tetanggamu’.”

Dari hadits diatas merupakan perkara yang serin viral di dunia maya saat ini maka marilah kita saling mengingatkan satu sama lainnya

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

2.Hati yang mati (qolbun mayyit).

Menurut Ibnu Qayyim Al Jauzi, hati yang mati adalah hati yang tidak memiliki kehidupan spiritual, tidak mengenal Allah, tidak tunduk kepada-Nya, dan tidak memiliki kecintaan kepada Allah. Hati ini telah mati secara ruhani, sehingga tidak ada kehidupan iman di dalamnya. Pilihan b paling tepat menggambarkan definisi tersebut piliihan lain:

a. Hati yang hidup tetapi mempunyai penyakit disebut “hati yang sakit” menurut Ibnu Qayyim.
c. Tidak mengenal Tuhannya adalah salah satu ciri hati yang mati, namun definisi utamanya adalah “mati dan tidak ada kehidupan di dalamnya”.
d. Penuh kecintaan kepada Allah adalah ciri hati yang hidup.
e. Hidup tetapi tidak menyembah Allah adalah ciri hati yang sakit, bukan hati yang mati.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Oleh imam al ghozali dalam kirabnya Ihya Ulumuddin, memberikan pandangan tentang hati yang mati

القَلْبُ المَيِّتُ هُوَ القَلْبُ الَّذِي فَقَدَ نُورَ الهِدَايَةِ وَلَمْ يَعُدْ يَعِيشُ بِوَلِيِّ الإِيمَانِ، مَنْ غَلُطَ تَمَامًا عَنِ الشَّوْقِ إِلَى اللهِ تَعَالَى.

Terjemahan indonesianya :

Hati yang mati adalah hati yang telah kehilangan cahaya petunjuk (hidayah) dan tidak lagi hidup di bawah naungan/wali iman; yaitu hati yang telah benar-benar menyimpang (atau menjadi keras/kasar) dari rasa rindu kepada Allah Ta’ala.”

Hati yang mati tak peduli kepadaa siapapun yang pemting dia rampas dunia ini anggap miliknya,bahkan mampu curi demi keurusan dunia nya yang serakah,hati yang mati dia mampu dia memcuri uang negara istilah kerennyaa korupsi tak peduli,tak punya malu,tak punya rasa mindar itu lah hati yang mati

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

3.Hati yang sakit (marīdh al-qalb)

menurut Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

وَالْقَلْبُ الثَّالِثُ قَلْبٌ لَهُ حَيَاةٌ وَبِهِ عِلَّةٌ.

“Hati yang ketiga adalah hati yang memiliki kehidupan, tetapi padanya terdapat penyakit.”(Sumber: Ighātsat al-Lahfān, jilid 1, hlm. 13.)

Di dalam hati semacam ini masih ada cinta kepada Allah, iman, ikhlas, dan tawakal. Namun, pada saat bersamaan masih hidup pula kecintaan terhadap syahwat, hasad, kesombongan, ujub, dan kecintaan terhadap kedudukan.

Dua Induk Penyakit Hati: Syubhat dan Syahwat
Penyakit hati memiliki banyak nama: hasad, riya, ujub, sombong, cinta dunia, dendam, cinta kedudukan, dan berbagai penyakit lainnya.

Namun, Ibnul Qayyim mengembalikannya kepada dua akar besar.

Beliau rahimahullah berkata,

جِمَاعُ أَمْرَاضِ الْقَلْبِ هِيَ أَمْرَاضُ الشُّبُهَاتِ وَالشَّهَوَاتِ، وَالْقُرْآنُ شِفَاءٌ لِلنَّوْعَيْنِ.

“Pokok penyakit hati adalah penyakit syubhat dan syahwat, dan Al-Qur’an merupakan obat bagi kedua jenis penyakit tersebut.”(Sumber: Ighātsat al-Lahfān, jilid 1, hlm. 70.)

adapun tata caranya Mengobati Hati yang Sakit (Qalbun Maridh)Hati yang sakit adalah hati yang memiliki iman, tetapi tercampur dengan syahwat (keinginan buruk) dan syubhat (keraguan)

-Membersihkan dengan Taubat dan Dzikir Taubat

Segera bertaubat dan memohon ampun atas dosa yang telah dilakukan.

-Menerapkan Al-Himyah (Pantangan): Berhenti melakukan maksiat dan menjauhi hal-hal yang memicu penyakit hati.

-Mengobati Syubhat dan Syahwat dengan Al-Qur’an: Membaca dan mempelajari Al-Qur’an karena ayat-ayatnya menjadi penawar keraguan serta pengingat kehidupan akhirat.

-Melakukan Mujahadah (Perjuangan Hawa Nafsu): Melawan keinginan buruk dengan cara menundukkan pandangan, bersabar, dan menyembunyikan amal dari sifat riya’.

-Mendekatkan Diri: Menghadirkan rasa cinta, takut, dan harap hanya kepada Allah SWT.

Cara Menghidupkan Hati yang Mati (Qalbun Mayyit)
Hati yang mati adalah kondisi ketika hati sudah tidak memiliki kepekaan spiritual dan berpaling dari Tuhannya

-Mencari Lingkungan yang Baik: Bergaul dengan orang-orang shalih yang bisa mengingatkan kepada kebaikan.

▪︎Memperbanyak Dzikir dengaan dibimbing oleh yang ahlinyaa serta Mengingat Allah secara kontinu agar kelembutan hati perlahan-lahan kembali.

-Mendengarkan Nasihat dan Ilmu: Membuka diri untuk mendengarkan kajian agama, membaca kisah-kisah teladan, dan merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah.Mengingat Kematian:

-Memikirkan kematian dan kehidupan setelahnya agar timbul rasa penyesalan atas dosa dan keinginan untuk kembali taat.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kalau kita lihat jaman sekarang semakin marak nya korupsi para ulama dan tokoh agama sudah sering mengingatkan agar jangan korupsi akan tetapi kita biarkan dengan saling melindungi ini merupakan sakit hati nya rakyat dan masyarakat ko dibiarkan bahkan ditunda-tunda penangkapan nya dengan alasan ini dan itu inilah penyakit hati,kadang kita lihat anak miras,anak kita memcuri kita juga sakit hati

Demikian khutbah singkat pada siang hari ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan dapat kita amalkan. Amin.

أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّي وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ، فَقَالَ: ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾ [الأحزاب: ٥٦]. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *