Panca insiden Tim Anggota Mapolres, Kapolres Sumba Barat Telah Melayat ke Rumah Duka Korban yang diduga Curternak,

Sumba Barat (Ntt) -News.Tv.Alqodi.Nusantara.com,18/9/2026 Beberapa berlalu memang bersitegang antar keluarga korban dengan kepolisian Polres sumba barat insiden penembakan yang berujung pada meninggalnya seorang warga dan memicu aksi protes di Mapolres Sumba Barat, Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali, S.S., M.H., bersama sejumlah pejabat Polda NTT dan unsur pemerintah setempat mendatangi rumah duka keluarga korban, dua hari lalu Rabu (16/9/2026).

Pada rombongan terdiri ini Kapolres Sumba Barat, Dirintelkam Polda NTT Kombes Pol Danang Kuswoyo, S.I.K., Kabid TIK Polda NTT Kombes Pol Yoseph Krisbiyanto, S.I.K., jajaran PJU Polres Sumba Barat, serta unsur Pemerintah Kecamatan Loli dan pemerintah desa. Kedatangan mereka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus membangun komunikasi dengan keluarga korban secara kekeluargaan dengan damai

Namun peristiwa tersebut sebelumnya berkaitan dengan penanganan perkara delik dugaan pencurian ternak. Informasi didapatkan dari media ini Polda NTT yang sepat viral diberbagai multi media, hal yang terima media ini awal nya polisi menyebut korban menyerang petugas menggunakan parang ketika hendak diamankan oleh anggota.

Namun Polisi kemudian melakukan tindakan penembakan niatnya melupuhkan timah panas dikaki korban namun Tuhan berkehendak lain sehingga tidak kena sasaran karena gerakkan korban tak terduga duduk dengan tiba-tiba dan akhir korban dibawa ke rumah sakit, namun meninggal dunia.

Insiden tersebut kemudian memicu kedatangan warga ke Mapolres Sumba Barat pada Selasa (15/9/2026). Pemberitaan menyebut massa membawa jenazah korban ke Mapolres dan terjadi kerusakan pada sejumlah fasilitas. Polda NTT selanjutnya membuka ruang dialog dengan tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, serta pihak terkait untuk mencari penyelesaian atas persoalan yang terjadi.

Namun ditengah suasana duka, rombongan kepolisian dan pemerintah setempat diterima pihak keluarga. Dalam pertemuan tersebut, keluarga juga menyampaikan permohonan maaf terkait insiden penyerangan Mapolres Sumba Barat yang terjadi sehari sebelumnya.

Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dalam menghadapi suasana duka.

“Kami menyampaikan turut berduka cita atas apa yang menimpa korban dan keluarga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi suasana duka ini,” imbuhnya Kapolres diawak media

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Pertemuan ini juga menjadi ruang komunikasi antara kepolisian, pemerintah setempat, dan keluarga korban setelah rangkaian peristiwa yang menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat.

Dari sisi kepolisian, penanganan perkara dan situasi keamanan tetap diarahkan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Sementara itu, respons keluarga dan masyarakat terhadap meninggalnya korban menjadi bagian dari dinamika sosial yang perlu dikelola melalui komunikasi dan dialog.

Kapolres mengajak seluruh pihak menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar situasi tetap kondusif. Ia juga meminta setiap persoalan dipercayakan kepada proses penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Langkah mendatangi rumah duka diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi serta meredakan ketegangan pascainsiden, sekaligus memberi ruang bagi semua pihak untuk mengikuti proses penanganan perkara secara tertib dan sesuai dengan prosedur delik Hukumnya ,agar jangan lagi anarkis yang dikemudian hari dan diharapkan pada masyarakat agar saling menasiati satu sama lain agar tidak melakukan kejahatan lagi sehingga tidak merisaukan warga Sumba Barat maupun seluruh pulau sumba (Tim redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *