Kotbah jumatan Bahaya Riya ibadah dia datang tanpa kita sadari dan dia pergi tanpa meninggal bekasnya

Kodi (Mesjid Raden billah /waihalereo ) khutbah I jumatan 11/9/2026 Newas.tv.alqodi Nusaantara.xcom Bahaya Riya ibadah dia datang tanpa kita sadari dan dia pergi tanpa meninggal bekasnya

الحمدُ للهِ الْبَارِئِ المُصَوِّرِ الْخَلَّاقِ، الْوَهَّابِ الْفَتَّاحِ الرَّزَّاقِ، الْمُبْتَدِئِ بِالنِّعَمِ قَبْلَ الْإِسْتِحْقَاقِ، وَصَلَاتُهُ وَسَلَامُهُ عَلَى رَسُوْلِهِ الَّذِيْ بَعَثَهُ لِيُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلاَقِ، وَفَضَّلَهُ عَلَى كَافَّةِ الْمَخْلُوْقِيْنَ عَلَى الْإِطْلَاقِ، حَتَّى فَاقَ جَمِيْعَ الْبَرَايَا فِي الْآفَاقِ، وَعَلَى اٰلِهِ الْكِرَامِ الْمَوْصُوْفِيْنَ بِكَثْرَةِ الْإِنْفَاقِ، وَعَلَى اَصْحَابِهِ اَهْلِ الطَّاعَةِ وَالْوِفَاقِ، صَلَاةً دَائِمَةً مُسْتَمِرَّةً بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ. اما بعد.

فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ الكِرَامُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، إِتَّقُوْا اللهَ الْمَلِكَ الْعَالَمِ تَدْخُلُوْا جَنَّةَ رَبِّكُمْ بِسَلَامٍ.

قال اللهُ تعالى في كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ، أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَما أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاةَ وَذلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Jama’ah shalat Jum’at yang dirahmati Allah
Segala puji bagi Allah swt yang telah memberikan rahmat, taufiq, hidayah dan inayah-Nya, sehingga kita dapat berjumpa dan berkumpul di tempat yang mubarak ini untuk menunaikan shalat Jumat.

Shalawat serta salam selalu kita haturkan kepada junjungan Nabi Agung Muhammad saw. alladzi turja syafa’atuhu min yaumi hadza ila yaumil qiyamah.

Pada siang hari ini, di atas mimbar ini, saya berwasiat untuk diri saya sendiri, juga jamaah sekalian, untuk terus meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena dengan ketakwaan itu, kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung, baik di dunia maupun di akhirat.

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah
Riya (pamer) itu dia datang tanpa kita sadari dan dia pergi tanpa meninggal bekas,Namun riya itu telah datang tiap hari akan tertumpuk hari demi hari demi sehingga membukit didalam hidup sepanjang kita selama kita mengayunkan langkah demi langkah bahkan dikala kita tertidur kadang menghampiri kita dialami itu dengan keadaan sadar dan tidak kadang kita lupa pemberi nafas itu

riyah (atau riya) adalah salah satu penyakit hati (amrad al-qulub) yang paling berbahaya karena dapat menghapus seluruh pahala amal ibadah. Kata riya berasal dari bahasa Arab ra’a yang berarti melihat, yang bermakna melakukan suatu amal saleh dengan tujuan untuk dilihat, dipuji, atau mendapatkan kedudukan di mata manusia, bukan ikhlas karena Allah.

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa riya adalah mencari kedudukan di hati manusia dengan memperlihatkan amalan atau sifat-sifat baik. Riya sering disebut sebagai “Syirik Khafi” (syirik yang tersembunyi) karena seseorang secara tidak sadar telah menduakan Allah dalam niat ibadahnya.

Riyah dalam pandangan nabi Muhammad saw yakni :
1Asy syirkul ashghar
(1.الشرك الأصغر.)

Karena kebodohan kita, seringkali kita meremehkan perbuatan dosa tertentu padahal perbuatan tersebut sangat besar nilainya (dosanya) di sisi Allah Ta’ala. Di antara bentuk dosa yang seringkali luput dari perhatian kita adalah syirik ashghar. Beberapa bentuk syirik ashghar sangat berkaitan dengan amalan hati, sehingga mungkin tidak tampak secara nyata dalam bentuk amal lahiriyah yang bisa dilihat. Bisa jadi seseorang tanpa sadar terjatuh ke dalam syirik ashghar karena tidak memperhatikan ke manakah hatinya condong, kepada Allah atau kepada selain Allah? Kesyirikan adalah perbuatan dosa yang sangat samar dan tersembunyi. Bisa jadi kita telah terjerumus ke dalam perbuatan syirik tanpa kita sadari karena kebodohan kita sendiri. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,

الأَنْدَادُ هُوَ الشِّرْكُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ عَلَى صَفَاةٍ سَوْدَاءَ، فِي ظُلْمَةِ اللَّيْلِ

“(Menjadikan) ‘andaad’ [sekutu-sekutu] adalah berbuat syirik, (dosa) yang lebih samar daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam dalam kegelapan malam.”

Menurut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentaang asyirik yang saamat itu yakni

مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka dia telah berbuat syirik.”

Yang dimaksud dengan syirik dalam hadits tersebut adalah syirik ashghar, karena terdapat dalil lain yang menunjukkan bahwa semata-mata bersumpah dengan selain Allah Ta’ala tidaklah mengeluarkan seseorang dari agama Islam

Dalam alquran Surat aan nisa 116 yang bunyi kurang lebih

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدً

Artinya :
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah tersesat jauh.

Syirik adalah perbuatan dosa yang paling besar. Karena itu, sesungguhnya Allah Yang Maha Esa tidak akan mengampuni dosa syirik yakni mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun tanpa bertobat sebelum ia mati, dan Dia mengampuni dosa yang dilakukan selain syirik itu, baik dosa besar maupun kecil, baik yang bersangkutan memohon ampun atau tidak, bagi siapa yang Dia kehendaki berdasarkan kebijakanNya. Dan barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali sehingga sulit baginya untuk menemukan jalan kembali kepada kebenaran

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah

2.Ihbaathul a’maali bir-riyaa’ (إِحْبَاطُ الْأَعْمَالِ بِالرِّيَاءِ)

Artinya gugurnya atau terhapusnya pahala amal ibadah akibat perbuatan riya.

Gugur amalan karena dia datang tak terasa dalam tubuh kita sehingga mampu mempengaruhi qolbi,mampu mempengaruhi akal bahkan selalu membakarkan nafsu untuk melakukan perbuatan riya ,kadang kita menganggung titel sarjana kita,kita menganggung titel Magister kita ,mengangungkan titel Doktor kita,profesor,kiyai kita ,ustadz,harta kita,ilmu kita ini semua bisa menggugurkan amalan kita jika diimbangan dengan keegoisan kita ,pingin dipuja dan disanjung

Menurut imam Asy-Syafii: Menekankan pentingnya ikhlas dalam niat. Beliau mengingatkan bahwa riya tidak hanya menghapus pahala, tetapi juga pelakunya rugi di dunia dan akhirat karena mencari rida manusia yang tidak bisa memberi keselamatan.

Imam Ahmad bin Hanbal: Sering ditanya tentang seseorang yang beramal lalu ingin dilihat orang. Beliau menegaskan bahwa jika motif utamanya adalah manusia, maka amalnya sia-sia.

Dalam alquran mengingatkan kita dalam surat al Baqoroh 264 yang bunyi nya:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًاۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْاۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ ۝٢٦٤
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah

3.Al-Iqob ar-Riya’ (العِقَابُ الرِّيَاء),

yang berarti hukuman atau dampak buruk akibat perbuatan riya. Riya sendiri berarti melakukan suatu amal ibadah atau kebaikan bukan ikhlas karena Allah, melainkan demi mendapatkan pujian, sanjungan, atau pandangan manusia.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah tersebut berbunyi:

ورجل تصدق بصدقة فاخفاها حتى لا تعلم شماله ما صنعت يمينه

“Seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya.”
Hadits diataskan mengaambaarkan Keikhlasan seperti itu hanya bisa dicapai ketika seseorang dalam bersedekah menyembunyikan tangan kanannya agar tidak diketahui oleh tangan kirinya. Maksudnya, jangan sampai sedekah yang kita lakukan dengan niat samata-mata beribadah kepada Allah, dirusak oleh nafsu jelek yang ada dalam diri kita sendiri. Untuk itu, ada baiknya kita adakan upaya melupakan setiap sedekah yang telah kita lakukan agar keikhlasan benar-benar terjaga. Artinya, tidak perlu kita mengingat-ingat kembali sedekah yang telah kita keluarkan seberapapun banyaknya sebab hal itu sama saja dengan membuka peluang bagi tangan kiri atau nafsu jelek untuk merusak keikhlasannya. Jika kita telah mampu melupakannya, dalam arti benar-benar dapat mengendalikan tangan kiri, maka goda-godaan apapun, baik yang berasal dari dalam diri sendiri maupun dari luar, tidak akan akan mampu mempengaruhi keikhlasan kita.

Kesimpulan riya agar kita selamat dari perbuatan riyah maka;
-Luruskan niat hanya kepada Allah semata-mata beribadah kwpada
-sembunyikan ibadah sunnah hanya karena allah bukan karena pingin dipuja
-ingat laah penilaian orang lain agar kita tidak tersanjung didalam perbuatan buruk
-Ingat Allah setiap saat karena kita selalu diuji dengan perbuata riya
-selalu bersholawat kepada nabi Muhammad saw agar selalu mengingikuti sunnahnya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Jika kita melakukan shalat, maka kita lakukan karena Allah. Jika kita bersedekah, maka kita bersedekah karena Allah. Jika kita perindah akhlak, kita lakukan itu karena Allah. Jika kita belajar ilmu agama, maka juga karena Allah. Jika kita mengajarkan ilmu agama, maka kita mengajar karena Allah. Jika kita menaati Allah, maka kita taat karena semata-mata ingin meraih ridha-Nya. Jika kita melakukan itu semua bukan karena Allah melainkan karena tujuan-tujuan lain, maka sia-sialah umur kita dan alangkah ruginya waktu kita.

Hadirin rahimakumullah,

Demikian khutbah yang singkat ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا، ـ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *